Obat Tidur Tanpa Resep Dokter untuk Atasi Sulit Tidur

Obat Tidur Tanpa Resep Dokter untuk Atasi Sulit Tidur

Ada beberapa jenis obat tidur tanpa resep dokter yang dapat dibeli secara langsung di apotek. Meski begitu, penggunaan obat tidur harus dilakukan secara hati-hati karena dapat menimbulkan beragam efek samping, bahkan ketergantungan.

Insomnia merupakan salah satu gangguan yang membuat penderitanya sulit tidur. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh beragam hal, seperti stres, depresi, kecemasan, atau kebiasaan buruk sebelum tidur, misalnya makan terlalu banyak atau memakai gadget.

Insomnia dapat memengaruhi sbobet88 suasana hati dan menurunkan stamina, sehingga penderitanya kerap merasa lelah dan lesu saat bangun tidur. Oleh karena itu, tidak sedikit penderita insomnia yang mencoba konsumsi obat tidur untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Beragam Jenis Obat Tidur Tanpa Resep Dokter

Sebelum mengonsumsi obat tidur, Anda bisa melakukan beberapa cara sederhana untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup, misalnya melakukan teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi. Dengan begitu, tubuh akan lebih rileks dan nyaman, sehingga Anda pun dapat mudah terlelap.

Selain itu, Anda juga bisa menerapkan sleep hygiene guna membentuk pola kebiasaan tidur yang lebih sehat dengan menerapkan pola tidur dan bangun di waktu yang sama.

Bila dengan menerapkan cara di atas, Anda masih mengalami sulit tidur, mengonsumsi obat tidur mungkin bisa menjadi salah satu cara pengobatannya. Berikut ini adalah beberapa jenis obat tidur tanpa resep dokter yang dapat Anda konsumsi:

  1. Diphenhydramine

Diphenhydramine merupakan obat jenis antihistamin yang biasanya digunakan untuk meredakan gejala alergi dan batuk pilek. Selain itu, obat jenis ini juga dapat mengatasi insomnia jangka pendek karena efek kantuk yang ditimbulkan setelah mengonsumsinya.

Meski demikian, diphenhydramine sebaiknya tidak dikonsumsi jangka panjang karena dapat menimbulkan efek samping, seperti pusing, mulut dan tenggorokan terasa kering, serta sakit kepala.

  1. Doxylamine

Sama seperti diphenydramine, doxylamine juga merupakan jenis obat antihistamin yang dapat digunakan untuk mengatasi insomnia jangka pendek karena memiliki efek sedatif atau kantuk. Selain mengobati insomnia, doxylamine juga dapat meringankan gejala pilek, seperti bersin atau hidung tersumbat.

Namun, konsumsinya harus sesuai petunjuk penggunaan guna mencegah timbulnya efek samping berupa mual, sakit kepala, jantung berdebar, dan kejang.

  1. Melatonin

Pada dasarnya, hormon melatonin, yaitu hormon yang berperan penting dalam mengatur pola tidur, secara alami dapat diproduksi oleh tubuh. Melatonin juga tersedia dalam bentuk suplemen yang kerap digunakan untuk mengatasi gangguan tidur, seperti insomnia.

Namun, suplemen melatonin tidak boleh dikonsumsi lebih dari 4 minggu karena bisa menyebabkan berbagai efek samping, seperti sakit kepala, kram perut, mimpi buruk, dan lebih sering buang air kecil.

  1. Valerian

Obat tidur tanpa resep selanjutnya adalah valerian. Suplemen yang terbuat dari akar valerian ini diduga dapat mengatasi insomnia. Kadungan asam valerenat di dalamnya dapat memengaruhi kadar asam gamma-aminobutirat (GABA) dalam tubuh, sehingga membuat tubuh menjadi lebih rileks.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas suplemen valerian dalam mengatasi insomnia atau sulit tidur dan dosisnya yang aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

  1. Polygalae radix

Suplemen dengan kandungan polygalae radix juga kerap digunakan untuk mengobati gangguan tidur, termasuk insomnia. Senyawa yang terkandung di dalam suplemen ini dapat mengatur ritme sirkadian, yaitu pengaturan waktu dalam tubuh yang bekerja secara otomatis untuk menentukan kapan waktu bangun dan tidur.

Apabila Anda hendak minum obat yang menimbulkan efek kantuk, sebaiknya konsumsi ketika mendekati waktu tidur dan hindari mengonsumsinya saat beraktivitas, terutama saat mengendarai kendaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *