Hakim MK: Pilpres kali ini lebih menegangkan, ada pelanggaran di MK dan KPU

JAKARTA, – Hakim Konstitusi Arief Hidayat menilai pemilihan presiden (pilpres) 2024 akan bertentangan dengan dua pemilu sebelumnya.

Hal itu disampaikan Arif Hidayat saat sidang perkara slot gacor 777 perselisihan Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (05/04/2024). Arief Hidayat mengajaknya menemui empat menteri Kabinet Indonesia Maju yang datang untuk memberikan keterangan ke Mahkamah Konstitusi.

Saya hakim yang tiga kali memimpin pemilu presiden, jadi saya punya pemahaman yang utuh dan mendalam, kata Arief Hidayat.

“Pilpres kali ini lebih seru, pemilu ini disusul dengan banyak hal lain yang berbeda dengan pemilu 2014 dan pemilu 2019,” ujarnya.

Arief Hidayat kali ini juga banyak angkat bicara terkait isu Pilpres 2024. Pelanggaran aturan misalnya terjadi di Mahkamah Konstitusi dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Diketahui, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dicopot dari jabatannya setelah terbukti gagal kode etik terkait penyidikan perkara 90/PUU -XXI/2023 yang membuka pintu bagi Gibran Rakabuming. . Raka. untuk menjadi calon presiden.

Keputusan itu diambil Dewan Kehormatan MK (MKMK) dalam rapat pengambilan keputusan, 7 November 2023.

Selain itu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan seluruh pengurus Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melanggar aturan.

perilaku dan pemilihan putra sulung Presiden RI Joko Widodo. Arief Hidayat mengatakan, “Ada pelanggaran yang dilakukan di pengadilan, KPU dan masih banyak lagi yang menimbulkan kekacauan.”

Dalam pembahasan pemilu hari ini, Mahkamah Konstitusi menyetujui Menteri Perencanaan Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dan Menteri Bisnis (Mensos) Tri Rismaharini serta Menteri Keuangan (Menkeu).

Sri Mulyani. . . Sebagai informasi, para menteri tersebut dihadirkan sebagai saksi dalam sengketa Pilpres atas permintaan Mahkamah Konstitusi. Pengadilan juga memanggil Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dalam sidang hari ini.

Nantinya, hanya sekelompok hakim yang akan memeriksa para menteri dan DKPP, sementara yang lain hanya akan hadir di persidangan.

Seperti kita ketahui, ada dua orang yang mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024. Kandidat pertama adalah presiden dan wakil presiden nomor urut 1 (capres-cawapres), Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Calon kedua adalah jalur (paslon) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Sedangkan yang tergugat adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Sedangkan pihak yang terlibat adalah pasangan kedua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *