Apa yang Terjadi Jika Ada Bank di Indonesia Kolaps?

Ditutupnya tiga bank di AS -Silvergate Capital, Silicon Valley Bank, dan Signature Bank- dalam kurun waktu seminggu menimbulkan krisis kepercayaan nasabah terhadap sistem perbankan AS. Di Indonesia, bank sentral memastikan bahwa kondisi perbankan tetap kuat dan sehat.

“Secara keseluruhan assesment stress test kami simpulkan kondisi perbankan di Indonesia berdaya tahan terhadap dampak ini dan terus terang kita terus melakukan pemantauan. Stabilitas sistem keuangan Indonesia berdaya tahan dalam menghadapi gejolak global ini termasuk dampak 3 bank ini,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Maret 2023, di Jakarta.

Dalam worst case scenario, apa yang akan terjadi jika ada bank di Indonesia yang kolaps seperti yang pernah terjadi saat krisis 1998?

Indonesia sudah memiliki Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang bertugas merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan penyelesaian Bank Gagal yang tidak berdampak sistemik serta melaksanakan penanganan Bank Gagal yang berdampak sistemik.

Bank sistemik adalah bank yang karena ukuran aset, modal, dan kewajiban; luas jaringan atau kompleksitas transaksi atas jasa perbankan; serta keterkaitan dengan sektor keuangan lain yang jika mengalami gangguan atau gagal dapat mengakibatkan gagalnya bank lain atau sektor jasa keuangan, baik secara operasional maupun finansial. Bank yang tergolong sebagai bank sistemik adalah bank-bank skala besar yang masuk dalam kategori BUKU 4 dan BUKU 3.

Likuidasi
Berdasarkan Pasal 43 Jo Pasal 6 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, setelah bank dicabut izin usahanya oleh Lembaga Pengawas Perbankan (Otoritas Jasa Keuangan), LPS akan mengambilalih seluruh hak dan wewenang pemegang saham bank, melakukan tindakan yang diperlukan dalam rangka pengamanan aset bank sebelum proses likuidasi dimulai, memutuskan pembubaran badan hukum bank, membentuk tim likuidasi, dan menyatakan status bank sebagai bank dalam likuidasi.

Selanjutnya merujuk Pasal 16 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi terhadap simpanan, membayarkan simpanan yang layak bayar kepada nasabah sesuai kriteria.

Tim Likuidasi akan melakukan penyelesaian terhadap hak dan kewajiban Bank Dalam Likuidasi, di antaranya melakukan penjualan aset-aset bank, dan melakukan penyelesaian kewajiban kreditur lainnya. Penjualan aset-aset bank dilakukan agar dapat memperoleh hasil yang maksimal dalam rangka pengembalian (recovery) dana penjaminan.

Penyertaan Modal Sementara
Dalam melaksanakan penanganan Bank, salah satu opsi resolusi yang dimiliki LPS dengan tujuan penyelematan Bank adalah melalui Penyertaan Modal Sementara, baik pada Bank Selain Bank Sistemik maupun Bank Sistemik. Hal ini diatur dalam Pasal 26 huruf b UU No. 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan.

Melalui metode ini, LPS akan mengambil alih segala hak dan wewenang Rapat Umum Pemegang Saham, kepemilikan dan kepengurusan Bank, untuk selanjutnya dilakukan penyetoran modal pada Bank yang diputuskan diselamatkan.

Pada Bank Sistemik, LPS dapat mengikutsertakan pemegang saham lama untuk melakukan penyetoran modal kepada Bank yang diselamatkan (Open Bank Assistance/OBA). Seluruh biaya penyelamatan Bank Gagal yang dikeluarkan oleh LPS diperhitungkan sebagai penambahan modal disetor LPS pada Bank yang diselamatkan.

Selanjutnya, LPS akan melakukan divestasi terhadap bank yang diselamatkan dalam jangka waktu maksimum 6 tahun untuk Bank Sistemik dan 5 tahun untuk Bank Selain Bank Sistemik dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian yang optimal bagi LPS.

Berapa nilai simpanan yang dijamin LPS?
Nilai simpanan yang dijamin oleh LPS paling tinggi sebesar Rp 2 miliar per nasabah per bank sejak tanggal 13 Oktober 2008. Apabila seorang nasabah mempunyai beberapa rekening simpanan pada satu bank, maka untuk menghitung simpanan yang dijamin, saldo seluruh rekening tersebut dijumlahkan.

Nilai simpanan yang dijamin tersebut meliputi pokok ditambah bunga untuk bank konvensional, atau pokok ditambah bagi hasil yang telah menjadi hak nasabah untuk bank syariah.

Bagaimana Jika Nasabah Mempunyai Simpanan pada Satu Bank Melebihi Rp 2 miliar?
LPS hanya akan menjamin pembayaran simpanan nasabah tersebut sampai jumlah Rp 2 miliar. Sedangkan jumlah simpanan di atas Rp 2 miliar akan diselesaikan oleh Tim Likuidasi berdasarkan hasil likuidasi kekayaan bank.

Apakah LPS Menjamin Simpanan pada Seluruh Jenis Bank?
LPS menjamin simpanan pada seluruh bank konvensional dan bank syariah yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia, baik Bank Umum (Bank Asing, Bank Campuran, Bank Swasta Nasional, Bank Pembangunan Daerah dan Bank milik Pemerintah) maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Contoh Bisnis UKM Bidang Kuliner Modal Minimum

Contoh Bisnis UKM Bidang Kuliner Modal Minimum 

Ada banyak contoh bisnis UKM bidang kuliner yang bisa dibuka dengan peluang yang besar. Beberapa contoh bisnis ini bahkan bisa dibuka dengan modal yang tergolong sedikit. Jadi, siapapun bisa  mencoba untuk memulai bisnis ini. 

Seperti kumpulan contoh UKM kuliner yang akan dibahas di bawah ini. Mungkin saja bisa menjadi inspirasi bagi yang ingin coba membuka usaha. Terutama bagi yang ingin membuka bisnis di bidang kuliner namun modal terbilang terbatas. 

5 Contoh Bisnis UKM Bidang kuliner

Berikut adalah beberapa contoh bisnis UKM dalam bidang kuliner yang bisa jadi referensi Anda:

1. Usaha Aneka Kue Kering 

Sejak dari dulu kue kering memiliki banyak penikmat dan menjadi banyak pilihan orang. Kue kering juga sering kali menjadi sajian untuk tamu di rumah-rumah. Anek kue kering juga bisa ditemukan di berbagai acara-acara dan perayaan. 

Hal ini yang menjadikan usaha aneka kue kering menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Untuk tingkat UKM, bisa dijalankan dengan sistem PO sehingga setiap produksi bisa dipastikan ada pembelinya. 

Selain itu, usaha UKM makanan ringan ini juga termasuk produk yang tahan lama. Jadi, penjual memiliki waktu lama untuk membuat produknya laku. 

2. Salad Buah Segar 

Contoh bisnis UKM bidang kuliner selanjutnya adalah menjual salad buah segar. Untuk membuat produk kuliner ini, pengusaha juga tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Apalagi penggemar salad buah ini sangatlah panjang. 

Jadi, dipastikan ada peluang besar dari usaha kuliner satu ini. Salad buah segar yang dibuat bisa dibuat unik dan menarik agar berbeda dengan produk salad buah yang sudah ada sebelumnya. 

Bisa dibuat dengan kemasan yang lebih menarik atau mungkin saus yang berbeda. Varian rasa juga bisa diperbanyak agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan. 

3. Membuka Catering Harian 

Pada masyarakat yang sibuk, beberapa orang bahkan tidak sempat untuk memasak. Hal ini bisa menjadi potensi bisnis bagi mereka yang kreatif. Caranya dengan membuka jasa catering harian.

Apalagi usaha ini bisa dibuka dengan modal yang sangat minim. Para pengusaha hanya perlu menyiapkan peralatan masak dan contoh masakan dulu. Jika ada konsumen yang tertarik, konsumen bisa memberikan DP atau bayar full dulu di awal pesanan. 

Jadi, para pengusaha memiliki modal lagi untuk membeli bahan makanan untuk konsumen. 

4. Menjual Aneka Minuman Kekinian 

Contoh usaha di bidang kuliner selanjutnya adalah menjual minuman kekinian. Minuman kekinian saat ini sedang sangat hits dan naik pamornya. Banyak konsumen terutama dari generasi muda yang menyukai minuman dengan rasa yang unik. 

Jenis minuman kekinian yang bisa disediakan juga sangat beragam. Bisa jus buah segar, milk tea dengan boba, jenis kopi kekinian dan lain-lainnya. 

5. Bumbu Masak Kemasan 

Selain ada orang yang tidak sempat memasak untuk keluarga. Ada pula orang-orang yang kesulitan untuk membuat bumbu masa ketika masak. Hal ini juga bisa menjadi peluang bisnis tersendiri bagi mereka yang kreatif. 

Salah satu contoh usaha kuliner yang bisa dilakukan adalah menjual bumbu masa setengah jadi. Bumbu ini bisa dikemas di dalam toples-toples sehingga praktis saat dijual. Kemasan toples yang rapat ini juga membuat bumbu kemasan yang dijual menjadi lebih awet. 

Jadi, para penjual punya waktu lebih untuk mempromosikan produk mereka. Selain itu, durasi penyimpanan produk pada pelanggan jadi lebih lama juga. 

Itulah 5 contoh bisnis UKM bidang kuliner yang bisa dicoba dan menjadi inspirasi. Untuk membuka 5 bisnis di atas, para calon pengusaha tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Bahkan bisa dimulai dengan modal yang minim saja.